RSS
Hello! Welcome to this blog. You can replace this welcome note thru Layout->Edit Html. Hope you like this nice template converted from wordpress to blogger.

TOEFL



Today, more and more people learn English for various purposes, either for career advancement as well as school.  More and more people realize that English is now used as an international language and is widely used through out the world. Once with a computer, learn computer well is equally important and all this will be very important for us to support professionalism in other fields. Even the business world increasingly demanding workers to be able to master both these skills. Less likely for someone to get a job if he is unable to speak English and do not know how to use computers and its application properly. Coupled with the coming era of globalization, in which more rapid flow of information from the outside and the increasing number of foreign investors come to open stores, factories or for other business transactions, the necessity to be able to master these skills.
The bottom line TOEFL test was especially useful for career advancement for promotion. Sure to be ideal for everyone if someone career skyrocketed with success. TOEFL stands for Test Of English as a Foreign Language. TOEFL is a standardized English language ability of a person in writing (de jure), which covers four aspects of mastery: Listening, Writing and Reading. TOEFL scoring system using the conversion of each correct answer. The highest TOEFL score one can achieve is 675. TOEFL has two general objectives are: Academic and General. In the same form, TOEFL certification recommendation could use for both. Academic tests are used for educational purposes, research or related academic activities abroad, or in Indonesia.
For post-graduate, usually a minimum value is 550. while for S1 is 500. General is generally used for the purpose of employment, promotion or job assignment. Many companies that install the English language standard employees by looking at TOEFL score - his. Generally, a minimum TOEFL score is 500 for a standard promoted. As far as I encountered, the range of TOEFL scores - average Indonesian people with minimal education level S1 is very volatile. There are even some who do not know what and for what it is TOEFL (they read: "tufl"). Not so with the decision-English majors in college. At least they know what is a TOEFL. However, TOEFL score of a student or graduate English majors does not guarantee high.
In some cases recruiment times, I found some applicants get the TOEFL score of 300, whereas in the proposal, the person concerned is an alumni of the ABA (Foreign Language Academy). While in general, fluctuations in the average TOEFL score - rating ranges from 300 to 600. Generally, people understand that language is English speaking, conversation, cas cis cus and so on. English cover four main skills: Listening (digestion word through hearing), Writing (digestion words through writing and grammar), reading (digestive meaning of a text language) and speaking (able to pronounce it). Speaking of language acquisition, it can not be removed from the mastery of four skills earlier, are perfect. However, many of them think, what matters is the ability to say it, even with a full-tolerance grammar and word choice are modest and the origin met.
Along with the times, even countries whose native language is not English, such as Japan, Korea, India, Malaysia, Indonesia, etc. require certain TOEFL score for prospective students, whether it came from within the country, especially if coming from overseas. In Indonesia, the TOEFL even be used also for the requirements for acceptance of new employees in government agencies, public and private companies, the new admissions requirements for the level of S2 and S3, scholarship submission requirements, both governmental and private. TOEFL myself have several times experienced improvements by the organizers, ETS. The forms of the TOEFL test has ever introduced to the public are: TOEFL Paper Based Test, TOEFL Computer Based Test, TOEFL Internet Based Test. Although officially, since the TOEFL Internet Based Test was introduced in the whole world, then this type may not apply anymore, but in fact until recently, TOEFL Paper Based Test still widely used in various institutions of higher education and for recruitment of employees in Indonesia.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN


TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) kini jadi frasa yang semakin populer dan marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia. Menguatnya terpaan prinsip good corporate governance seperti fairness, transparency, accountability, dan responsibility telah mendorong CSR semakin menyentuh “jantung hati” dunia bisnis.

Di tanah air, debut CSR semakin menguat terutama setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU PT No. 40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR. Disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1).

Namun, UU PT tidak menyebutkan secara terperinci berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk CSR serta sanksi bagi yang melanggar. Pada ayat 2, 3, dan 4 hanya disebutkan bahwa CSR “dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memerhatikan kepatutan dan kewajaran.” PT yang tidak melakukan CSR dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai CSR ini baru akan diatur oleh peraturan pemerintah yang hingga kini belum dikeluarkan.

Akibatnya, standar operasional mengenai bagaimana menjalankan dan mengevaluasi kegiatan CSR masih diselimuti kabut misteri. Selain sulit diaudit, CSR juga menjadi program sosial yang “berwayuh” wajah dan mengandung banyak bias.

Banyak perusahaan yang hanya membagikan sembako atau melakukan sunatan massal setahun sekali telah merasa melakukan CSR. Tidak sedikit perusahaan yang menjalankan CSR berdasarkan copy-paste design atau sekadar “menghabiskan” anggaran. Karena aspirasi dan kebutuhan masyarakat kurang diperhatikan, beberapa program CSR di satu wilayah menjadi seragam dan seringkali tumpang tindih.

Walhasil, alih-alih memberdayakan masyarakat, CSR malah berubah menjadi Candu (menimbulkan kebergantungan pada masyarakat), Sandera (menjadi alat masyarakat memeras perusahaan), dan Racun (merusak perusahaan dan masyarakat).


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sangat Erat Kaitannya Dengan Pertanyaan-Pertanyaan Berikut:
a.       Apakah memang perusahaan punya tanggung jawab moral dan sosial ?
b.       Kalau ada, manakah lingkup tanggung jawab itu ?
c.       Apakah, terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan itu, perusahaan perlu terlibat dalam kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat atau tidak ?
d.      Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan itu dapat dioperasionalkan dalam suatu perusahaan ?

1. Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral
a. Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional
b. Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya
c. Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu

2. Status Perusahaan
a.   Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics, hlm.153), yaitu:
b.   Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu ada hanya berdasarkan hukum
c.   Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif

3. Lingkup Tanggung Jawab Sosial
a.   Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas
b.   Keuntungan ekonomis

4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a. Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
b. Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
c. Biaya Keterlibatan Sosial
d. Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a. Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
b. Terbatasnya Sumber Daya Alam
c. Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
d. Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
e. Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
f. Keuntungan Jangka Panjang

6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
a.   Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi
b.   Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan ditentukan oleh strategi dari organisasi atau perusahaan itu
c.   Strategi yang diwujudkan melalui struktur organisasi demi mencapai tujuan dan misi perusahaan perlu dievaluasi secara periodik, salah satu bentuk evaluasi yang mencakup nilai-nilai dan tanggung jawab sosial perusahaan adalah Audit Sosial

ETIKA UTILITARISME DALAM BISNIS

Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Nilai Positif Etika Utilitarianisme
Utilitarianisme Sebagai Proses dan Standar Penilaian
Analisa Keuntungan dan Kerugian
Kelemahan Etika Utilitarianisme

Etika Utilitarianisme
a.       Dikembangkan pertama kali oleh Jeremi Bentham (1748 -1832).
b.      Adalah tentang bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi dan legal secara moral.

Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
a.        Pertama, MANFAAT
b.       Kedua, MANFAAT TERBESAR
c.       Ketiga, MANFAAT TERBESAR BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG

Nilai Positif Etika Utilitarianisme
a.       Pertama, Rasionalitas.
b.      Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.
c.       Ketiga, Universalitas.

Utilitarianisme sbg proses dan sebagai Standar Penilaian
a.       Pertama, etika utilitarianisme digunakan sbg proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak.
b.      Kedua, etika utilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan.

Kelemahan Etika Utilitarisme
a.       Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit
b.      Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dg akibatnya.
c.       Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
d.      Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.
e.       Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya
f.       Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas

Langkah konkret yang perlu diambil dalam membuat kebijaksanaan bisnis , berkaitan dg Analisis keuntungan dan kerugian :
a.       Mengumpulkan dan mempertimbangkan alternatif kebijaksanaan dan kegiatan bisnis sebanyak-banyaknya.
b.      Seluruh alternatif pilihan dalam analisis keuntungan dan kerugian, dinilai berdasarkan keuntungan yg menyangkut aspek-aspek moral.
c.       Analisis Neraca keuntungan dan kerugian perlu dipertimbangkan dalam kerangka jk panjang.

Analisis Keuntungan dan Kerugian
a.    Dalam Etika Utilitarianisme, manfaat dan kerugian selalu dikaitkan dg semua orang yg terkait, shg analisis keuntungan dan kerugian tidak lagi semata-mata tertuju langsung pd keuntungan bagi perusahaan.

Analisis keuntungan dan kerugian dalam kerangka Etika bisnis:
a.       Pertama, keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yg dianalisis tidak dipusatkan pd keuntungan dan kerugian perusahaan.
b.      Kedua, analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dlm kerangka uang.
c.       Ketiga, analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang
 
Copyright 2009 andrian kusuma putra. All rights reserved.
Free WordPress Themes Presented by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy